This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 18 Maret 2015

Legenda


 

 

Candi Prambanan dan misteri Roro Jongrang – Bandung Bondowoso

             Bolehlah kalau kita menyebut Jawa sebagai “Pulau Candi”. Kenapa begitu? Ya bayangkan saja, banyak sekali candi tersebar di pulau yang satu ini, dari candi kecil, sampai candi yang paling besar, peninggalan dua agama di Indonesia, Buddha dan Hindu. Kalau kita mengenal Borobudur sebagai sebuah peninggalan Buddha yang besar, bahkan terbesar di dunia, maka salah satu peninggalan Hindu yang paling penting adalah Candi Prambanan.

(1).Candi Prambanan

            Candi Prambanan dibangun oleh Dinasti Sanjaya di abad ke-9, tepatnya selesai dibangun pada tahun 825 M. Candi yang mempunyai tinggi 47 meter ini terletak kurang lebih 17 kilometer dari Yogyakarta. Kita bisa dengan mudah melihatnya, karena letak candi ini hanya 100 meter dari jalan utama.
          Candi Prambanan terdiri atas 3 kompleks bangunan. Candi utama memiliki 3 tempat pemujaan (altar) yang didedikasikan untuk Dewa Trimurti. Candi Syiwa terletak di tengah, Wisnu di sebelah selatan, dan Candi Brahma di sebelah utara.
Disebut Candi Syiwa, karena di dalam bilik candi utamanya terdapat patung Dewa Syiwa (Dewa Perusak). Demikian pula pada Candi Brahma dan Wisnu, dimana di masing-masing candi terdapat patung Dewa Brahma (Dewa Penjaga) dan Dewa Wisnu (Dewa Pencipta). Ketiganya menghadap ke arah timur.
           Di depan setiap candi berdiri candi-candi lain yang lebih kecil, yang disebut dengan Candi Wahana, yang masing-masing menghadap ke arah barat. Dinamakan Candi Wahana karena di dalam bilik candi-candi ini terdapat patung binatang yang biasa dipakai sebagai tunggangan/ kendaraan atau wahana dari dewa-dewa tersebut. Lembu Nandi adalah tunggangan Syiwa, burung Garuda tunggangan Wisnu, dan Angsa adalah tunggangan Brahma.
Seperti Candi Borobudur yang kaya dengan reliefnya, Candi Prambanan juga memilki relief yang dipahatkan di pagar langkan. Di Candi Syiwa dan Candi Brahma terdapat relief cerita Ramayana, sedangkan di Candi Wisnu terdapat relief cerita Kresnayana.
Apabila kita memasuki candi utama dari utara, maka kita akan menemukan sebuah patung putri yang sangat cantik, Roro Jonggrang. Patung ini berhubungan erat dengan kisah atau legenda yang dipercaya masyarakat, yang melatarbelakangi berdirinya Candi Prambanan atau Candi Roro Jonggrang

(2).Roro Jongrang – Bandung Bondowoso

           Menurut legenda, Roro Jonggrang adalah puteri dari Raja Boko yang berkuasa di daerah Prambanan. Kecantikan dan keanggunan Roro Jonggrang membuat seorang pria dari daerah Pengging yang bernama Bandung Bondowoso ingin memperistrinya. Tapi sebenarnya, Roro Jonggrang tidak mencintai Bandung Bondowoso. Sebagai strategi menolak pinangan tersebut, Roro Jonggrang mengeluarkan syarat agar dibuatkan 1000 candi dalam waktu satu malam. Bandung Bondowoso pun menyanggupinya.
             Sebelum melaksanakan pekerjaannya, dia bersemedi untuk mendapat kekuatan dan bantuan dari para jin. Menjelang petang, pembangunan seribu candi mulai dilaksanakan, dan menjelang matahari terbit, pembangunan itu hampir selesai. Melihat hal ini, Roro Jonggrang pun cemas, dan berusaha mencegah kerja tersebut. Roro Jonggrang kemudian memanggil semua putri desa untuk membakar jerami dan memukul lesung (alat penumbuk padi tradisional di Jawa), supaya terkesan hari menjelang fajar. Jin-jin yang melihat hari telah menjelang fajar mulai meninggalkan pekerjaannya. Setelah dihitung, ternyata pekerjaan yang tersisa hanyalah sebuah arca.
Bandung Bondowoso pun mengetahui kecurangan Roro Jonggrang. Dengan perasaan marah dan kecewa, ia mendatangi Roro Jonggrang. Tapi Roro Jonggrang tetap bersikukuh minta digenapi menjadi 1000 candi. Hal ini menimbulkan kemarahan Bandung Bondowoso. “Kurang satu, tambahnya kamu sendiri”. Setelah Bandung Bondowoso mengeluarkan kata-kata itu, Roro Jonggrang pun langsung berubah menjadi arca, untuk melengkapi sebuah arca yang belum terselesaikan. Dan arca ini bisa kita lihat di bilik sebelah utara candi utama.

(3).BANDUNG Bondowoso menyusun batu dan menegakkan candi, beratus-ratus, sampai lewat tengah malam. Aneh, ia tak merasa lelah, tapi tiba-tiba ia dengar suara-suara pagi datang dari jauh.
Ia tak melihat warna fajar, tapi ia tahu ia telah gagal. Ia tak berhasil menyelesaikan 1.000 bangunan dalam waktu yang ditentukan.
       Legenda Loro Jonggrang—yang menjelaskan asal-usul himpunan candi yang mempesona di Prambanan itu—memang sebuah cerita kegagalan.
      Syahdan, Bandung Bondowoso yang menang perang berhasrat memperistrikan Jonggrang, putri mendiang Raja Baka yang telah dibunuhnya. Gadis itu ketakutan. Kerajaan ayahnya telah jatuh ke tangan kekuasaan Pengging—dan itu berarti ia bukan lagi orang yang merdeka. Tak mungkin ia menampik kehendak seorang lelaki yang kini dipertuan.
Tapi ia menemukan jalan lepas. Diajukannya syarat: ia akan mau menerima pinangan pendekar itu bila 1.000 candi ditegakkan dalam satu malam.

            Bandung Bondowoso setuju. Kesanggupan itu memang mengherankan, tapi di sini agaknya legenda Loro Jonggrang mengandung sebuah teks lain, yang ingin bercerita bahwa tiap kemenangan selalu mengandung kekalahan. Yang absolut tak ada di dunia. Di Prambanan dan di luarnya, perang tak akan cukup, pembunuhan tak pernah memadai, dan ada yang minus dalam tiap takhta.
Itu sebabnya kita tak tahu apa arti penaklukan: Loro Jonggrang ternyata bukan bagian dari benda jarahan. Ia merdeka. Ia bisa menuntut dengan satu syarat yang sulit, bahkan sebenarnya mustahil.
Bahwa Bandung Bondowoso, sang pemenang pembela Pengging, menerima syarat itu menunjukkan ada ambivalensi dalam hubungan kedua manusia itu. Lelaki itu berkuasa tapi perempuan itu terlepas dari hubungan memiliki-dan-dimiliki. Bahkan Bandung membiarkan dirinya masuk ke angan-angan Jonggrang. Orang bisa mengatakan bahwa yang diniatkan tumbuh dalam hubungan itu adalah cinta, dan cinta—dengan atau tanpa membaca kalimat Thomas Kempis pada abad ke-15—tak merasakan beban, tak berpikir tentang kesulitan. Cinta bahkan ”mencoba apa yang melebihi kekuatan diri”, dan ”tak minta dimaafkan di hadapan kemustahilan”.
           Tapi bukan sikap angkuhkah yang mendorong Bandung menerima syarat itu? Katakanlah ini yang terjadi: sang perkasa yang telah berhasil membinasakan Raja Baka itu merasa malu untuk menyatakan tak sanggup membangun 1.000 candi dalam satu malam. Tapi keangkuhan dan rasa malu mengandung pengakuan bahwa ada orang lain—dan orang lain itu hadir dalam posisi untuk menilai dan menghakimi. Di sini keperkasaan juga menemui batasnya. Bandung Bondowoso tak dapat menafikan yang lain yang tegak di luar itu—yang lain yang memandang ke arahnya.
Saya bayangkan ia Loro Jonggrang. Saya bayangkan pada sebuah senja ia berkata kepada peminangnya: ”Sebenarnya saya takjub. Tuan tak memperlakukan saya sebagai jarahan perang. Bagaimana ini mungkin?”
”Ada hal yang mustahil yang membuat kita memilih dan berbuat,” jawab Bandung Bondowoso.
”Untuk apa?”
Bandung Bondowoso tak menjawab. Ia hanya melipat lengannya dan berjalan kembali ke markas pasukan, melewati deretan panji Pengging yang ditutupi gelap. Sejak ia menemui Loro Jonggrang—dan melihat wajahnya yang ketakutan tapi tak merunduk, mendengar ucapannya yang gemetar tapi fasih—ia tahu ada yang sia-sia dalam tiap kemenangan. Apa yang didapat para Pandawa setelah membinasakan Kurawa dan menguasai Astina dan Amarta? Seluruh generasi kedua keluarga Pandu yang seharusnya melanjutkan dinasti itu tewas di medan perang. Apa yang dicapai Rama setelah merebut Sita kembali? Ia tak yakin perempuan itu, yang bertahun-tahun disekap di Istana Alengka, seorang istri yang belum dinodai.
Kebanggaan diri dan kejayaan—mungkin itulah yang menggerakkan perang. Perang memang mengubah sejarah. Tapi, setelah itu, sejarah mengecoh para pendekar, dan lahir penulis tragedi.
”Jika saya mohon Tuan membangun 1.000 candi di sekitar bukit Prambanan itu, akankah Tuan memenuhinya?” tanya Jonggrang.
”Saya akan gentar. Tapi saya akan membangunnya.”
”Dalam satu malam?”
”Ada hal yang mustahil yang menyebabkan kita berbuat.”
Seseorang pernah mengatakan, manusia membuat sejarah karena dilecut yang mustahil: kemenangan, kejayaan, keadilan, dan hal-hal lain yang dicita-citakan sebagai alternatif bagi hidup yang tak pernah penuh.
Sebuah wilayah dengan seribu candi yang didirikan dalam satu malam adalah satu dari deretan angan-angan itu. Bahasa mencoba merumuskannya, dan itu sebabnya kata-kata tak sepenuhnya transparan. Tak pernah jelas apa yang sebenarnya ditandai dengan kata ”seribu”. Percakapan sehari-hari, retorika resmi dan nyanyian populer, (”tinggi gunung 1.000 janji”, kata sebuah lagu tahun 1950-an), menyebut angka itu lebih sebagai sebuah kiasan yang hendak mengesankan jumlah yang ”tak terhingga”.
Bandung Bondowoso agaknya tahu akan hal itu: ia harus siap menjangkau yang tak terhingga. Ketika sore mulai merayap, ia berangkat meninggalkan markas, sendiri. Konon di bukit itu para roh halus membantunya mengangkat batu dari Merbabu, menyusun dan memahatnya dengan relief yang menakjubkan.
Waktu pun berjalan, tapi apa yang membatasi ”malam” dengan ”pagi”? Fajar yang merekah, cicit burung di hutan, detakan lesung perempuan tani, atau asap dapur di balik gunuk? Atau sebuah kesadaran akan batas—yang mengingatkan bahwa yang ”tak terbatas” selalu luput?
Tapi siapa yang mengatakan kisah Bandung Bondowoso hanyalah cerita kesia-siaan tak akan memahami bahwa yang terbatas juga punya daya gugah dan mampu menyentuh hati. Ketika ia tahu ia gagal menyelesaikan 1.000 candi—dan gagal pula cintanya kepada Jonggrang—Bandung Bondowoso pergi ke belukar dan memahat sebuah patung. Ia ingin mengenang perempuan itu.
Patung itu: sebuah ikhtiar menggapai yang indah. Ia bukan keindahan itu sendiri, tapi tetap berharga hingga hari ini.

(4).Loro Jonggrang dan Bandung Bondowoso erat kaitannya dengan candi Prambanan, dimana candi ini juga memiliki nama lain yakni candi Loro Jonggang. Alkisah pada jaman dahulu kala terdapatlah dua buah kerajaan Hindu yang ada di Pulau Jawa dan terletak di dekat daerah yang sekarang bernama Prambanan.
Kerajaan itu adalah kerajaan Pengging dan Keraton Boko. Kerajaan Pengging adalah kerajaan yang subur dan makmur yang dipimpin oleh raja yang arif dan bijaksana bernama Prabu Damar Moyo dan memiliki seorang putra laki – laki yang bernama Bandung Bondowoso. Sedangkan kerajaan Pengging yang berada di wilayah kerajaan Pengging diperintah oleh seseorang raja yang kejam, dan memiliki wujud bukan manusia tetapi seorang raksasa yang suka makan daging manusia yang bernama Prabu Boko.
Meski berwujud raksasa, Prabu Boko memiliki seorang putri yang cantik seperti bidadari yang bernama Putri Loro Jonggrang beliau memiliki kecantikan bak seorang dewi dari kayangan. Dalam kerajaannya Prabu Boko memiliki seorang patih yang bernama Patih Gupolo, beliau adalah seorang yang sakti mandraguna.
Suatu kali Prabu Boko dan Patih Gupolo merencanakan untuk memberontak kepada kerajaan Pengging dan dibuatlah rencana itu sematang – matangnya dengan mengumpulkan perbekalan dari memeras rakyatnya serta melatih pemuda di kerajaannya untuk menjadi prajurit.
Setelah wajtunya tiba, berangkatlah prabu Boko ke kerajaan Pengging untuk berperang. Dan terjadilah peperangan yang dasyat antara prajurit kedua kerajaan itu dan banyaklah korban berjatuhan di kedua belah pihak. Dan akhirnya banyak rakyat dari kerajaan Pengging yang menjadi menderita dan kelaparan.
Karena sudah banyak rakyatnya yang menderita maka Prabu Damar Moyo mengutus anaknya sendiri yakni Bandung Bondowoso untuk maju ke medan pertempuran melawan prabu Boko dan terjadilah pertempuran yang sengit antara dua orang tersebut dan akhirnya prabu Boko dapat dikalahkan. Melihat rajanya tewas, patih Gupolo melarikan diri ke kerajaannya. Dan melaporkan kematian tersebut ke putrid Loro Jonggrang.
Putri Loro Jonggrang begitu sedih mendengar ayahandanya yang sudah meninggal. Bandung Bondowoso yang mengejar patih Gupolo akhirnya sampai ke kraton Boko dan disana ia bertemu dengan putrid Loro Jonggrang. Alih – alih ingin mencari patih Gupolo, Bandung Bondowoso akhirnya malah tertarik dengan sang putri dan berniat untuk melamarnya untuk dijadikan istri. Namun sang putri ingin menolak karena pemuda inilah yang membunuh ayahandanya, maka ia membuat sebuah siasat untuk bisa membalas dendam
Sang putri loro Jonggrang meminta dua buah hal kepada Bandung Bondowoso. Yang pertama adalah membuat sebuah sumur yang dalam. Dan dengan kesaktiannya bandung Bondowoso membuat sebuah sumur yang dalam yang ia beri nama sumur Jala Tunda. Dan ia segera memanggil sang putri untuk melihat sumur yang sudah ia buat. Putri Loro Jonggrang menyuruh Bandung Bondowoso untuk masuk kedalam sumur, dan setelah ia berada di dalam bumur putri Loro Jonggrang beserta patih Gupolo menimbun sumur tersebut dengan batu supaya Bandung Bondowoso mati. Namun ternyata kesaktian Bandung Bondowoso memang luar biasa, ia bisa meloloskan diri dari sumur itu dengan bersemedi.
Saat ia sudah selamat dari maut, ia langsung menuju ke istana Boko dengan amarah yang meledak – ledak. Bandung Bondowoso murka Karen putri Loro Jonggrang berusaha untuk membunuhnya. Namun dengan bujuk rayu yang dibuat oleh Loro Jonggrang maka redalah amarah yang ada di dada Bandung Bondowoso. Dan mulailah putri Loro jonggrang meminta janji yang kedua kepada Bandung Bondowoso. Ia meminta untuk dibuatkan 1000 buah candi dalam semalam yang diperkirakan akan gagal dilaksanakan olehnya. dan Bandung Bondowoso setuju dengan permintaannya
Maka dibantu oleh ribuan jin pengerjaan candi tersebut dimulai, menjelang tengah malam pembangunan sudah hampir selesai, dan loro jonggrang yang ketakutan akhirnya membuat siasat dengan membakar jerami sehingga pemandangan menjadi lebih terang sehingga berkokoklah ayam. Akhirnya jin yang membantu pengerjaan candi tersebut akhirnya melarikan diri, sedangkan candi yang dibangun sudah mencapai 999 buah.
Mengetahui usahanya gagal karena ulah Putri Roro Jonggrang maka murkalah Bandung Bondowoso dan mengutuklah Putri Roro Jonggrang dengan berkata “ hai Loro Jonggrang karena candi kurang satu, maka dirimulah yang akan menjadi yang ke seribu “ dan anehnya Putri Loro Jongran akhirnya menjadi sebuah Arca Batu. Dan arca batu tersebut sampai sekarang ada di candi Prambanan.
Sedangkan bagi para gadis yang membantu membakar jerami untuk membantu Putri Loro Jonggrang, Raden Bandung Bondowoso mengutuknya menjadi perawan kasep alias perawan tua. Dan menurut kepercayaan orang dahulu melarang orang yang sedang pacaran untuk mengunjungi candi Prambanan karena akan putus cintanya.





Kisah Sangkuriang dan terbentuknya Tangkuban Parahu



                 LUASNYA wilayah Indonesia membuat Negara ini kaya akan berbagai hal, mulai dari kuliner, seni sampai ke cerita rakyat. Salah satu cerita rakyat yang terkenal di negeri ini ialah cerita tentang Sangkuriang. Legenda yang berasal dari tatar Sunda ini menceritakan bagaimana terbentuknya Gunung Tangkuban Parahu dan beberapa gunung yang mengelilingi Kota Bandung.
Konon, di kahyangan ada sepasang dewa dewi yang melakukan kesalahan sehingga keduanya dihukum oleh Sang Hyang Tunggal turun ke bumi dan dikutuk menjadi hewan. Sang dewa dikutuk menjadi anjing dengan nama Si Tumang dan sang dewi dikutuk menjadi babi hutan dengan nama Wayung Hyang.
Suatu hari babi hutan itu kehausan dan meminum air yang ditemukannya di hutan dalam sebuah batok kelapa. Ia tak tahu kalau air itu sebenarnya air seni Raja Sungging Perbangka yang kebelet waktu berburu di hutan. Ajaibnya, babi itu pun hamil dan melahirkan seorang bayi perempuan yang cantik. Namun, Wayung Hyang meninggalkan bayi cantik ini di tengah hutan yang kemudian ditemukan oleh sang raja, tanpa ia ketahui bahwa bayi tersebut adalah anaknya.
Akhirnya, sang Raja membawa bayi cantik ini ke keraton untuk dibesarkan. Bayi tersebut diberi nama Dayang Sumbi alias Rarasati. Dayang Sumbi tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik sehingga banyak pria yang ingin meminangnya. Namun, Dayang Sumbi tidak tertarik pada semua pinangan tersebut hingga terjadi peperangan karena berebut ingin mendapatkan Dayang Sumbi.
Dayang Sumbi pun kemudian meminta kepada sang Ayah untuk pergi mengasingkan diri ke sebuah bukit dengan ditemani seekor anjing jantan, yaitu si Tumang. Selama pengasingannya, ia mengisi waktu dengan menenun. Satu waktu, saat Dayang Sumbi sedang asyik menenun di atas bale-bale, torak yang digunakannya jatuh ke bawah. Karena ia merasa malas untuk mengambilnya, ia hanya berkata “Siapa saja yang bisa mengambilkan torak itu, bila laki-laki akan saya jadikan suami, dan bila perempuan akan saya jadikan saudara”.
Di luar dugaan ternyata yang mengambilkan torak itu adalah Si Tumang. Dayang Sumbi pun harus memenuhi janjinya dan menikah dengan Si Tumang yang sebenarnya ia adalah seorang dewa yang tampan dan gagah. Raja yang mendengarnya merasa malu hingga Dayang Sumbi kembali diasingkan ke hutan untuk hidup hanya ditemani si Tumang.
Namun, pada malam bulan purnama, Dayang Sumbi terkejut karena si Tumang berubah ke wujud aslinya. Ia sempat tak percaya dan menganggap itu hanyalah mimpi sampai akhirnya Dayang Sumbi hamil dan melahirkan seorang anak laki-laki yang tampan. Mereka memberi nama anak laki-laki itu Sangkuriang. Maka, ia pun tumbuh menjadi laki-laki tampan dan kuat.
Suatu hari, Dayang Sumbi yang sedang ingin makan hati menjangan (kijang) menyuruh Sangkuriang untuk berburu sambil ditemani Si Tumang. Tapi setelah sekian lama pergi ke hutan, ia tak menemukan satu hewan pun. Sampai akhirnya ia melihat seekor babi hutan yang sedang lari, ia pun menyuruh Si Tumang untuk mengejarnya. Namun Si Tumang hanya diam saat melihat babi hutan tersebut, karena ia tahu babi hutan itu adalah Wayung Hyang yang sebenarnya nenek dari Sangkuriang. Kesal melihat Si Tumang yang diam saja, Sangkuriang pun menakut-nakuti Si Tumang dengan panahnya, tapi ternyata anak panah itu terlepas dan mengenai Si Tumang.
Sangkuriang yang kebingungan dan belum dapat hewan buruan, langsung menyembelih Si Tumang dengan mengambil hatinya untuk diberikan ke ibunya. Dayang Sumbi sangat senang bisa makan hati hasil buruan anaknya. Tapi setelah mengetahui hati yang dimakannya ialah hati Si Tumang, ia sangat marah karena sebenarnya si Tumang adalah ayah Sangkuriang. Saking marahnya ia memukul Sangkuriang dengan sendok yang terbuat dari tempurung kelapa sampai kepala Sangkuriang terluka dan berdarah.
Sangkuriang yang tidak mengetahui kalau Tumang adalah ayahnya, ketakutan melihat sang ibu marah besar. Sangkuriang pun pergi meninggalkan rumah dan tak kembali pulang ke rumah. Dayang Sumbi merasa bersalah telah membuat anaknya pergi dari rumah. Ia hanya bisa berdoa kepada Sang Hyang Tunggal untuk dipertemukan kembali dengan anak semata wayangnya.
Setelah pergi meninggalkan rumahnya, Sangkuriang sendiri pergi mengembara sambil berguru pada banyak petapa sakti, sehingga kini ia menjadi pemuda yang kuat, sakti dan gagah perkasa. Setelah beberapa lama mengembara ke berbagai tempat, tanpa Sangkuriang sadari, ia tiba di tempat Dayang Sumbi, tempat di mana ia dibesarkan.
Di sana ia bertemu dengan putri cantik yang tanpa ia ketahui bahwa putri tersebut adalah ibu kandungnya, Dayang Sumbi. Kecantikan Dayang Sumbi didapatkan dari hasil tapanya selama ia ditinggal Sangkuriang. Selama itu pun, Dayang Sumbi hanya memakan tanaman mentah sehingga ia terlihat awet muda.
Mulanya, Dayang Sumbi juga tidak menyadari bahwa kstaria tampan tersebut adalah anaknya yang selama ini pergi meninggalkannya. Kemudian, keduanya saling jatuh cinta.
Suatu hari, Sangkuriang yang tengah bersandar mesra dan Dayang Sumbi yang sedang menyisir rambut Sangkuriang melihat sebuah bekas luka di kepala Sangkuriang. Ketika itu juga, Dayang Sumbi teringat akan kejadian silam saat ia memukul kepala Sangkuriang dengan sendok. Setelah ia mengetahui bahwa ternyata Sangkuriang adalah anak kandungnya, maka Dayang Sumbi segera memberi tahu kebenarannya.
Namun, meski sudah diberitahu oleh Dayang Sumbi, Sangkuriang tetap memaksa untuk menikahinya. Dengan sekuat Dayang Sumbi berusaha menolaknya, maka ia pun memberikan sebuah syarat pinangan yang tak mungkin dipenuhi. Ia menyuruh Sangkuriang untuk membuat perahu dan telaga (danau) dengan membendung sungai Citarum dalam waktu satu malam. Sangkuriang yang terlanjur telah jatuh cinta pada ibunya itu langsung menyanggupi dan mengerjakan permintaan itu dengan bantuan sahabat-sahabat jin-nya.
Sangkuriang kemudian membuat perahu dari sebuah pohon yang tumbuh di timur, yang menurut banyak orang tunggul dari pohon itu kini menjadi Gunung Bukit Tanggul. Sedangkan ranting pohon yang ditumpuknya di sebelah barat itu menjadi Gunung Burangrang. Karena dibantu makhluk halus, Sangkuriang hampir menyelesaikan semuanya. Tapi, Dayang Sumbi yang tidak ingin menikah dengan anaknya terus berdoa pada Sang Hyang Tunggal agar Sangkuriang tak bisa menyelesaikannya.
Dayang Sumbi pun mengibaskan kain boeh raring hasil tenunannya, dan seketika kain putih itu bercahaya seperti fajar yang terbit dari timur. Jin yang membantu Sangkuriang mengira bahwa hari telah mulai pagi dan mereka pergi ketakutan. Sangkuriang yang kesal karena hampir menyelesaikan semuanya itu langsung menjebol bendungan danau yang berada di Sanghyang Tikoro, sumbat danau itu ia lemparkan ke arah timur dan kini menjadi Gunung Manglayang. Perahunya sendiri yang telah dibuat itu ditendangnya ke arah utara dan kini menjadi Gunung Tangkuban Parahu.
Terlepas dari benar atau tidaknya kisah tersebut, Gunung Tangkuban Parahu telah menjadi primadona Kota Bandung. Banyak orang yang berkunjung ke tempat ini untuk mengabadikan keindahannya. Dan yang bisa Sobat Djadoel ambil dari kisah ini adalah patuhilah orang tuamu.

Novel

 

Penulis: Dee (Dewi Lestari)
Penerbit: Bentang Pustaka/Truedee
Terbit Pertama Kali: 2010
Jumlah Halaman: 444




         Novel Perahu Kertas dimulai dengan kisah seorang anak muda bernama Keenan. Ia seorang remaja yang baru saja menyelesaikan sekolah menengah atas-nya di Belanda, tepatnya di Amsterdam. Keenan menetap di Negara tersebut selama hampir 6 tahun lamanya, bersama sang nenek. Keenan terlahir dengan cita-cita menjadi pelukis. Namun, ia dipaksa untuk kembali ke Indonesia oleh sang Ayah. Keluarganya tidak mendukung Keenan menjadi seorang pelukis. Ia pada akhirnya memulai perkuliahan di salah satu Universitas di Bandung. Ia mengalah dan memutuskan untuk belajar di Fakultas Ekonomi.


      Tokoh sentral lainnya adalah wanita bertubuh mungil bernama Kugy. Ia digambarkan      dengan kepribadian yang riang dan ceria. Berbeda dengan Keenan yang cenderung dingin dan kaku. Kugy juga merupakan sosok yang eksentrik pun nyentrik. Ia akan sangat mudah dikenali jika ada di dalam kerumunan. Kugy menggilai dongeng dan kisah klasik. Sedari kecil ia bercita-cita menjadi seorang penulis dongeng. Ia memiliki sejumlah koleksi buku dongeng, ingin penjadi seorang perancang dongen pun juru dongeng. Namun di tengah impiannya yang menggebu, kenyataan memaksanya sadar bahwa penulis dongen bukan profesi yang banyak menghasilkan materi. Kugy dipaksa untuk menyimpan mimpinya demi sebuah rasionalitas pun realisme. Meski demikian, tokoh Kugy ini tidak patah arang. Ia mencintai dunia tulis-menulis. Hal ini yang membuat ia melanjutkan pendidikannya di Fakultas Sastra di salah satu Universitas di Bandung. Tempat kuliah yang sama dengan tokoh lainnya, Keenan.


       Pertemuan antara kedua tokoh ini tak terlepas dari tokoh lain yakni Noni dan Eko. Noni tokoh pendukung cerita yang merupakan sahabat dekat Kugy. Sementara itu, Eko adalah sepupu Keenan. Pertemuan pertama Kugy dan Keenan adalah momen dimana Eko dan Noni menjemput Keenan yang baru tiba di Indonesia.
 

         Seiring berjalannya waktu, Kugy pun Keenan menjalin persahabatan bersama Eko dan Noni. Diam-diam, mereka saling mengagumi. Kugy yang senang bercerita lewat dongeng merasa takjub bertemu dengan Keenan, seseorang yang mampu bercerita lewat gambar. Mereka diam-diam jatuh cinta dalam diam. Namun, kondisi menuntut mereka untuk terus diam dan menebak. “Diam”-nya mereka terhadap perasaan masing-masing semakin menjadi dikarenakan Kugy telah memiliki pacar bernama Ojos atau Joshua. Sementara itu, Keenan yang belum memiliki pasangan, hendak dijodohkan dengan tokoh bernama Wanda. Wanda sendiri adalah seorang Kurator. Hal ini yang membuat Eko juga Noni bersemangat mendekatkannya dengan Keenan yang jago melukis.


           Persahabatan Kugy, Keenan, Eko dan Noni berjalan apa adanya. Namun lambat laun mereka renggang. Kugy sibuk dengan muridnya di sekolah darurat. Ia menjadi salah satu guru relawan. Ia mengajar dengan cara mendongeng. Anak-anak yang semula usil pada Kugy, berbalik suka berkat dongeng petualangan berjudul “Jenderal Pilik dan Pasukan Alit”. Dongeng tersebut dituliskan Kugy dalam sebuah buku. Di waktu mendatang, buku dongeng tersebut ia berikan pada Keenan.
Lain lagi dengan Keenan, ia juga sibuk dengan kehidupannya termasuk kedekatannya dengan Wanda. Pada mulanya, hubungan mereka baik-baik saja. Namun, beberapa waktu hubungan tersebut menjadi pelik dan menghentak Keenan. Ia menyadari bahwa apa yang ia berusaha bangun, hancur dalam hitungan waktu semalam. Ia sedih, remuk dan kecewa. Keenan pun memutuskan untuk meninggalkan Kota Bandung menuju Kota Bali. Di Pulau Dewata tersebut, Keenan tinggal dengan Pak Wayan. Sahabat ibunya.


         Sebelum pergi, Kugy memberi Keenan buku dongen “Jenderal Pilik dan Pasukan Alit”. Keenan membawanya ke Bali. Di tempat Pak Wayan, perlahan Keenan membangun hidup dan mimpinya kembali. Ia hidup bersama banyak seniman dan menjadikan naluri seninya dalam melukis semakin terasah. Di Bali, Keenan mengagumi Luhde Laksmi, keponakan Pak Wayan. Pada akhirnya, Setelah beberapa waktu, Keenan menjadi salah satu pelukis yang karyanya diburu. Ia menciptakan serial lukisan yang digemari kolektor. Kisah tersebut adalah dongeng yang sebelumnya Kugy berikan.


      Sementara itu, selepas kuliah Kugy kembali ke Jakarta dan menjadi seorang Copywriter. Ia kemudian menjalin hubungan dengan atasannya yang juga merupakan karib kakaknya. Ia dan Remi menjalin hubungan meski diam-diam Kugy masih sering mengenang Keenan. Sampai suatu waktu, Kugy kembali bertemu dengan Keenan yang terpaksa meninggalkan Bali karena ayahnya terkena serangan stroke. Keenan harus melanjutkan perusahaan ayahnya. Pertemuan Kugy dan Keenan di kondisi yang berbeda ini membuat mereka tak bisa lagi menahan perasaan masing-masing. Konflik dimulai dari sini.


      Secara umum, Dee mengemas cerita cinta ini dengan sederhana namun sarat makna. Kisah ini tentang pencarian cinta yang dibiarkan mengalir hingga kebali bermuara seperti perahu kertas. Melalui Kugy dan Keenan, Dee menyajikan cerita cinta yang biasa namun dalam. Pemilihan kata serta alur taktis membuat kisah di dalam novel Perahu Kertas ini menarik untuk dibaca. Meski temanya teramat ringan, namun signatur dee dalam derita ini sama memikatnya dengan buku bertema berat milik dee lainnya.


Sinopsis novel Perahu Kertas ini hanya menguak cerita dalam garis besar saja. Mungkin saja Anda akan jatuh cinta pada detil cerita jika Anda membaca buku ini langsung. Kualitas Dee sebagai salah satu penulis berbakat Indonesia tentu merupakan jaminan tersendiri. Selamat berburu novel Perahu Kertas Ya!

Penulis: Habiburrahman El Shirazy
Penerbit: Republika-Basmala
Tahun Pertama terbit: 2004
Jumlah Halaman: 418 

 
        Banyak yang merekomendasikan novel ini untuk dibaca, sebab sarat akan nilai-nilai keislaman. Tapi, tak ingin menjadi naïf, bukankah ada banyak novel di luar sana yang juga dijejali dengan nilai-nilai agama? Lantas mengapa novel karya Habiburrahman El Shirazy ini dibaca jutaan orang? Pasti ada yang “lebih daripada pesan moral”. Mungkin begitu segelintiran pertanyaan yang bergelayut di kepala Anda sebelum membaca novel Ayat-ayat cinta ini. Secara umum novel ini menarik. Menyajikan kisah cinta yang matang dengan latar negeri para nabi, Mesir.

     Kisahnya dibuka dengan keseharian seorang pemuda dari Indonesia bernama Fahri. Ia seorang mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di salah satu universitas bergengsi di Cairo, Mesir. Ia digambarkan sebagai tokoh yang saleh, pintar, santun, baik, dan sederet label sempurna lainnya. Agaknya sang penulis gagal bercerita pada bagian penokohan si Fahri ini. Banyak yang yang mencemooh karakternya yang bak nabi, tanpa cacat. Cercaan itu dilengkapi dengan anugerah fisik sempurna yang dilekatkan sang penulis padanya. Walhasil, sekurang-kurangnya ada 4 wanita cantik yang menginginkan Fahri menjadi pendamping. Wanita tersebut adalah Nurul, Noura, Maria dan Aisha. Keempat wanita tersebut jatuh hati pada “kesempurnaan” tokoh Fahri, hal ini bagi sebagian orang terlalu utopis. Meski demikian, dalam ranah fiksi, penulis adalah “tuhan”.


          Fokus utama cerita ini sebenarnya adalah cinta. Tapi penulis membungkusnya dengan koridor islami. Klimaks konflik dimulai saat Fahri menikahi seorang wanita bernama Aisha, yang merupakan keturunan beberapa Negara yakni Palestina, Turki dan Jerman. Ia digambarkan sebagai wanita dengan mata yang menawan. Ia menggunakan cadar, cerdas, kaya, cantik dan semua sifat sempurna lainnya. Fahri yang anak seorang pedangang tape ketan cukup mendapatkan berkah luar biasa dengan menikahi seorang putri milyarder, si Aisha ini. Kisah kemudian bergulir pada sosok Maria, gadis cantik penganut Kristen Koptik yang merupakan tetangga Fahri. Dan, entah beruntung atau memang takdir penulis, ia membuat Maria jatuh hati pada Fahri. Perasaannya bahkan tak hilang sekalipun Fahri telah menikah. Selain Maria, ada pula Noura yang pada akhirnya menuduh Fahri hendak memperkosanya karena ia menolak cinta Noura. Klise memang, tapi toh cerita ini sanggup membuat banyak orang membeli buku ini.

    Lantas apa yang menarik selain kisah-kisah tokoh yang semua nyaris sempurna itu? Mungkin setting. Penulis novel ini agaknya memahami betul lekuk cantik Mesir utamanya Cairo. Bagi pembaca, hal ini tentu semacam kunjungan lewat kata. Menyenangkan! Selain setting, keunggulan buku ini mungkin dari fragmen adegan yang memukau, sedikit berlebihan, tapi tetap membuat silau. Misalnya saat Maria sekarat, ia bermimpi bertemu Maryam ibunda Nabi Isa. Ia tidak diijinkan memasuki pintu Syurga sebelum ber-islam. Kemudian Maria sadar dan mengucapkan kalimat syahadat kemudian meninggal dalam keadaan ber-islam. Menyentuh meski sedikit berlebihan.
Dari segi bahasa, penulis bermain aman. Buku ini tidak memiliki cita rasa sastra yang berani bermain kata. Bahasanya sederhana, runut dan mudah dimengerti. Hal ini mungkin yang menmbuat semua kalangan membacanya. Sederhana meski kisahnya terlampau sempurna. Tapi, persoalan selera tak mutlak sama bukan? Bisa saja Anda membacanya dengan sensasi berbeda. Sinopsis novel Ayat-ayat Cinta ini tidak bermaksud untuk mengintervensi pendapat Anda. Hanya mengantarkan Anda pada potongan cerita di novel ini. Sisanya, silahkan Anda membacanya sendiri. Novel ini layak untuk dibaca. Selamat berburu novel ya!

Maanfaat Buku

     
 Image result for gambar orang membaca

Membaca adalah satu aktivitas yang memiliki segudang manfaat. Sedikitnya ada 8 manfaat yang dapat saya uraikan.

1. Melatih kemampuan berpikir

Otak ibarat sebuah pedang, semakin diasah akan semakin tajam. Kebalikannya jika tidak diasah, juga akan tumpul.
Apakah alat yang efektif untuk mengasah otak?
jawabannya adalah membaca. Menurut Astri Novia (2010) pilihlah satu jenis buku yang Anda sukai, apakah literature klasik, fiksi ilmiah, atau buku pengembangan diri. Dengan cara ini otak akan bertambah kuat. Bacalah buku sebanyak mungkin. Menurut para ahli, keuntungan dari membaca buku dapat memberikan dampak yang menyenangkan bagi otak kita. Membaca juga membantu meningkatkan keahlian kognitif dan meningkatkan perbendaharaan kosakata.

2. Meningkatkan Pemahaman

Contoh nyata dari manfaat ini banyak dirasakan oleh siswa maupun mahasiswa. Di mana membaca dapat meningkatkan pemahaman dan memori, yang semula tidak mereka mengerti menjadi lebih jelas setalah membaca. Logika sederhana saja, tidak mungkin siswa atau mahasiswa memahami materi pelajaran/kuliah kalau mereka tidak membaca. Dari sini jelas bahwa membaca sangat berperan dalam membantu seseorang untuk meningkatkan pemahamannya terhadap suatu bahan/materi yang dipelajari.

3. Menambah wawasan dan ilmu pengetahuan

Manfaat yang satu ini mungkin sudah sering kita dengar semenjak kita masih kecil. Kita pasti ingat berapa kali guru-guru kita mengingatkan bahwa membaca adalah satu sarana untuk membuka cakrawala dunia. Dengan memiliki banyak wawasan dan ilmu pengetahuan, kita akan lebih percaya diri dalam menatap dunia. Mampu menyesuaikan diri dalam berbagai pergaulan dan tetap bisa servive dalam menghadapi gejolak zaman.

4. Mengasah kemampuan menulis

Selain menambah wawasan dan ilmu pengetahuan, memebaca juga bisa mengasah kemampuan menulis Anda. Selain karena wawasan Anda untuk bahan menulis semakin luas, Anda juga bisa mempelajari gaya-gaya menulis orang lain dengan membaca tulisannya. Lewat membaca Anda bisa mendapatkan kekayaan ide yang melimpah untuk menulis
.
5. Mendukung kemampuan berbicara di depan umum

Membaca adalah aktivitas yang akan membuka cakrawala dan pengatahuan anda terhadap dunia. Terbatasnya jangkauan diri kita terhadap peristiwa-peristiwa di dunia, hanya bisa dijangkau dengan membaca. Selain mendapatkan informasi tentang berbagai peristiwa, membaca juga mampu meningkatkan pola pikir, kreativitas dan kemampuan verbal, karena membaca akan memperkaya kosa kata dan kekuatan kata-kata. Meningkatnya pola pikir, kreativitas dan kemampuan verbal akan sangat mendukung dalam meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum
.
6. Meningkatkan Konsentrasi

Orang yang suka membaca akan memiliki otak yang lebih konsentrasi dan fokus. Karena fokus ini, pembaca akan memiliki kemampuan untuk memiliki perhatian penuh dan praktis dalam kehidupan. Ini juga mengembangkan keterampilan objektivitas dan pengambilan keputusan.

7. Menjauhkan risiko penyakit Alzheimer

Membaca benar-benar dapat langsung meningkatkan daya ikat otak. Ketika membaca, otak akan dirangsang dan stimulasi (rangsangan) secara teratur dapat membantu mencegah gangguan pada otak termasuk penyakit Alzheimer. Penelitian telah menunjukkan bahwa latihan otak seperti membaca buku atau majalah, bermain teka-teki silang, Sudoku, dan lain-lain dapat menunda atau mencegah kehilangan memori. Menurut para peneliti, kegiatan ini merangsang sel-sel otak dapat terhubung dan tumbuh.

8. Sarana Refleksi dan Pengembangan Diri

Kita dapat mengetahui pemikiran seorang pengusaha atau seorang trainer tanpa kita harus menjadi pengusaha atau trainer. Artinya kita bisa mempelajari bagaimana cara orang lain dalam mengembangkan diri. Ini penting bagi kita sebagai bahan pertimbangan atau pembanding sebelum kita melakukan suatu hal.

Narasi

Kesialanku
       Pas jam 11. 00 wib pekan lantas, saya baru pulang dari kuliah. Layaknya umumnya saya pulang kerumah naik ojek yang beraa didepan kampusku. Kebetulan waktu itu matahari amat terik-teriknya hingga udara panas menyelimuti tubuhku serta lagi ditambah rasa lapar yang sejak tadi menghantuiku, bikin situasi waktu itu tidak mengenakkan untukku.

          Diperjalanan menuju kerumah terselip perihal lucu, nyatanya ojek yang saya naiki salah jalur. Semula saya pernah kesal tetapi sesudah ia bicara untuk bertanya jalur yang benar, ia memakai logat bahasa jawa yang tidak ku tahu. Tanpa sengaja saya tertawa kecil. Tetapi saya nalar saja maksudnya yaitu menanyakan jalur yang benar. Perihal tersebut cukup bikin ku geli disaat terik matahari yang semakin menusuk tubuhku.

      Sesampainya dirumah kesialan kembali menerpaku. Nyatanya rumahku tetap terkunci, tidak seorangpun yang ada di dalam tempat tinggal serta kebetulan waktu itu saya tidak membawa kunci cadangan. Kembali saya jadi amat kesal waktu itu. Selanjutnya saya menanti untuk sebagian menit sampai orang tua ku kembali. 10 menit pertama sudah berlalu, saya tetap duduk di kursi teras depan rumahku. 10 menit selanjutnya lalu sudah jalan tanpa kusadari, lagi-lagi tidak kujumpai orang rua ku kembali.

     Sesudah hamper 40 menit saya menanti dengan rasa jemu. Terbesit sekilas dalam pikiranku untuk menghubungi orang tua ku. Selanjutnya saya menghubungi orang tua ku. Saya heran kenapa perihal ini tidak terpikirkan olehku sejak tadi, barangkali dikarenakan terlampau emosi hingga perihal sekecil itu tidak lagi terpikirkan olehku. 

                                                  Putri natasha serta putri andine

     Satu hari disebuah kerajaan besar lahirlah seorang putri cantik yang bernama putri natasha. Berwajah amat cantik serta lucu. Putri natasha lahir dari pasangan raja anthum serta ratu aurora. Seluruh orang amat bahagia waktu kelahiran putri yang sudah dinanti-nantikan itu. Pas dihari kelahiran putri natasha, didepan pintu gerbang istana ada seorang bayi kecil yang tergeletak tidak berdaya. Selanjutnya dikarenakan pihak istana tidak tega untuk menyingkirkannya, bayi tersebut lantas diasuh oleh pihak istana serta dinamakan putri andine

        Dua tahun sudah berlalu, putri natasha serta putri andine sudah beralih jadi putri-putri yang lucu, mereka sudah jadi layaknya saudara kandung sendidri. Raja serta ratu lalu suka lihat keakraban mereka, walau mereka belum memberitahukan bahwa putri andine tidaklah anak kandung mereka.
Waktu menginjak umur 12 tahun, putri natasha tampak lebih cantik dari pada putri andine. Serta juga putri natasha lebih serupa ratu aurora. Putri andine yang saat itu mengerti bahwa putri natasha lebih cantik darinya serta lebih serupa pada sang ratu, memiliki kemauan tidak baik pada putri natasha.

      Satu hari putri andine yang sudah beniat jahat pada putri natasha coba bikin wajah putri natasha jadi jelek rupa dengan menyiramkan air panaas pada putri natasha. Tetapi sebelum saat pernah ia coba melakukannyaa, kemauan jahatnyaa sudah diketahui oleh ratu aurora.
Selanjutnya sang ratu menceritakan kenapa ia tidak serupa dengan ratu aurora. Putri andine selanjutnya mengerti serta kembali jadi baik pada putri natasha. Serta saat ini mereka jadi putri-putri yang sangat dikagumi dinegeri tersebut.

Contoh #3
     Ir. Soekarno, presiden republik indonesia pertama yaitu seorang nasionalis. Ia memimpin pni pada tahun 1928. Soekarno menggunakan waktunya di penjara serta di area pengasingan dikarenakan keberaniannya menentang penjajah.

   Soekarno mengucapkan pidato perihal dasar-dasar indonesia merdeka yang diberi nama pancasila pada siding bpupki tanggal juni 1945.

    Soekarno berbarengan mohammad hatta sebagai wakil bangsa indonesia memproklamasikan kemerdekaan indonesia pada tanggal 17 agustus 1945. Ia ditangkap belanda serta diasingkan ke bengkulu pada tahun 1948. Soekarno dikembalikan ke yogya serta dipulihkan kedudukannya sebagai presiden ri pada tahun 1949.

   Jiwa kepemimpinan serta perjuangannya tidak dulu pupus. Soekarno berbarengan pemimpin-pemimpin negara yang lain jadi juru bicara untuk negara-negara nonblok pada konfrensi asia afrika di bandung tahun 1955. Nyaris seluruh perjalanan hidupnya dihabiskan untuk berbakti serta berjuang.

                                                                Contoh narasi fiksi

     Saya tersenyum sembari mengayunkan langkah. Angin dingin yang menerpa, bikin tulang-tulang di sekujur tubuhku bergemeretak. Kumasukkan ke-2 telapak tangan ke dalam saku jaket, coba memerangi rasa dingin yang merasa demikian menyiksa.
Wangi kayu cadar yang terbakar di perapian menyambutku saat eriza membukakan pintu. Wangi yang kelak dapat kurindui saat saya sudah kembali ke tanah air. Namun wajah ayu dihadapanku, akankah kurindui juga ?

   Ada yang berdegup keras didalam dada, tetapi kuusahakan untuk menepiskannya. Janganlah, bowo, sergah hati kecilku, janganlah biarlah hatimu terbagi. Ingatlah ratri, dia sedang menanti kepulanganmu dengan seluruh cintanya.


Selasa, 17 Maret 2015

Puisi

Rindu Yang Terbawa Waktu

 Dari manakah rindu ini terbawa,
 Padahal heningnya biasa saja,
 Hanya tak sadarkah aku,
Wangimu yang masih disudut kalbu.

240 purnama kukira telan kenangan,
 rentang yang cukup bagi sang bulan,
 Namun justeru habis oleh batara kala,
lapar kalap oleh derita.


Kesepian

Terkadang rasa cmburu ada,
ketika melihat orang lain yang dapat menikmati indah cinta mereka.
Sebersit tanya terkadang muncul menggoda.
Kapan ku bisa dapat cinta seperti mereka.
Ini hanya kejujuran yang coba menafikan kemunafikan.
Dalam kata sederhana..”AKU KESEPIAN”..

Monolog Seorang Wanita

Tanpa segan kaki ini berdiri
 Dihadapan cermin usang
Cuba menerobos jiwa sendiri
Tanpa menghirau dingin pagi
Aku seorang wanita , apa yang ingin ku cari ?
mengapa takut amat meguasai?
 Kata orang tangan yang menghayun buaian,
menggegar dunia tapi adakah itu pasti?
Aku coba pasrah
Menjadi khalifah bukanlah sesuatu yang mudah
Aku ibu yang perlu kuat
Aku juga isteri yang perlu setia dan taat
Aku juga anak yang perlu berbakti pada orang tua
Aku juga srinkadi yang bersedia berjuang demi negara

Tanpa segan kaki ini berdiri Dihadapan cermin usang Cuba menerobos jiwa sendiri Tanpa menghirau dingin pagi Aku seorang wanita , apa yang ingin ku cari ? mengapa takut amat meguasai? Kata orang tangan yang menghayun buaian, Bisa menggegar dunia tapi adakah itu pasti? Aku cuba pasrah Menjadi khalifah bukanlah sesuatu yang mudah Aku ibu yang perlu kuat Aku juga isteri yang perlu setia dan taat Aku juga anak yang perlu berbakti pada orang tua Aku juga srinkadi yang bersedia berjuang demi negara

link : http://www.puisipendek.net/monolog-seorang-wanita-2.html




Terkadang..Hati ini rindu pada seseorang yang mau mengisinya. Selalu setia merawat dan menjaganya. Terkadang rasa cmburu ada, ketika melihat orang lain yang dapat menikmati indah cinta mereka. Sebersit tanya terkadang muncul menggoda. Kapan ku bisa dapat cinta seperti mereka. Ini hanya kejujuran yang coba menafikan kemunafikan. Dalam kata sederhana..”AKU KESEPIAN”..

link : http://www.puisipendek.net/kesepian.html


Terkadang..Hati ini rindu pada seseorang yang mau mengisinya. Selalu setia merawat dan menjaganya. Terkadang rasa cmburu ada, ketika melihat orang lain yang dapat menikmati indah cinta mereka. Sebersit tanya terkadang muncul menggoda. Kapan ku bisa dapat cinta seperti mereka. Ini hanya kejujuran yang coba menafikan kemunafikan. Dalam kata sederhana..”AKU KESEPIAN”..

link : http://www.puisipendek.net/kesepian.html


Terkadang..Hati ini rindu pada seseorang yang mau mengisinya. Selalu setia merawat dan menjaganya. Terkadang rasa cmburu ada, ketika melihat orang lain yang dapat menikmati indah cinta mereka. Sebersit tanya terkadang muncul menggoda. Kapan ku bisa dapat cinta seperti mereka. Ini hanya kejujuran yang coba menafikan kemunafikan. Dalam kata sederhana..”AKU KESEPIAN”..

link : http://www.puisipendek.net/kesepian.html
Terkadang..Hati ini rindu pada seseorang yang mau mengisinya. Selalu setia merawat dan menjaganya.

link : http://www.puisipendek.net/kesepian.html

Cerpen

                                                                    Cinta

        Aku tak sengaja melihat rasa cinta yang benar-benar cinta sore tadi. Aku melihat seorang anak berumur 13 tahun bermain sepak bola dengan semangatnya. Dia bermain dengan kami, para pemuda pengangguran yang rata-rata berumur 20-an tahun. Kami bermain sepak bola kampung, tanpa wasit tanpa peraturan kecuali gol hanya sah bila bola melewati garis gawang dengan datar, bahkan tak boleh melambung 1 cm pun. Anak itu berlari dari ujung ke ujung hanya untuk mengejar bola, tak ada satu pun dari kami yang mengoper kepada anak itu.
        Dia berhasil merebut bola dari kaki lawan, dan kami langsung meminta bola itu dari kakinya,dan dia langsung melayangkan bola itu ke arah kami, siapapun orang terdekat yang merupakan teman satu team-nya. Pernah juga dia mendapatkan bola dari kaki lawan dan membawa bola itu ke depan sendirian, mungkin dia melihat peluang bagus saat itu. Tapi ternyata peluang itu berhasil digagalkan oleh lawan dan dia dihujam berbagai makian. Tapi dia tetap bermain.
       Pertandingan tadi sore terasa cukup lama berakhir, menjelang pertandingan berakhir anak itu dijegal oleh pemain lawan, dia terjatuh dan hampir tak bisa bangkit, pemain yang lain menyuruhnya cepat bangkit, tapi aku tau dia merasakan kesakitan dan dia hanya tersenyum. Hari sudah cukup sore dan adzan magrib sudah berkumandang dan itulah acuan kami sebagai peluit penghabisan waktu. Di akhir pertandingan aku menyapa anak itu. Dia cukup bersahabat setelah pertandingan tadi.
          Aku bercerita banyak hal tentang sepak bola dengan anak itu, mulai dari tim sepak bola favorit sampai hal hal aneh yang pernah terjadi di dunia sepak bola. Ada satu pertanyaannya yang membuat ku cukup kagum.
“kayak mana ya bang supaya aku bisa seleksi timnas?”
“kenapa rupanya?” aku berbalik bertanya
“supaya bisa aku sama mamak ku makan tiap hari” jawabnya
“kenapa gak jadi PNS aja kau?” tanyaku lagi
“karena gak ada PNS U-17 bang” jawabnya nyeleneh
“kenapa harus jadi pemain timnas?” tanyaku sekali lagi
“kalo aku jadi pemain timnas, aku bisa makan sama mamak tiap hari bang, banyak uang pemain timnas itu katanya, aku juga bisa main bola tiap hari, kan enak” seru anak itu
“oh, berapa nomor sepatumu? Aku punya sepatu nomor 37 yang gak kepake, salah beli dulu karena aku nitip kawanku” kata ku
“pas lah bang, aku pun nomor 37” jawabnya girang
“ya udah tanya orang itu dimana rumah ku, nanti jam 9 malam kau datang” perintah ku
“iya bang” jawabnya polos
Sesampainya aku di rumah aku bongkar gudang rumahku, aku cari cari sepatu lama yang aku janjikan tadi walaupun aku ragu anak itu akan datang, setelah sepatu yang ku maksud ketemu aku menyibukkan diri, online di kamarku yang sempit.
Sekitar jam 9 malam aku mendengar suara tamu yang mencoba memanggil nama ku.
“baaang, baaang topiiik, baaaang” teriak si tamu dengan semangat
Aku memakai pakaianku, dan bermalas malasan keluar dari kamar, aku penasaran dengan si tamu itu, suaranya seperti tidak asing. Benar saja, si anak yang kujumpai tadi sore itu menjadi tamuku di malam hari. Aku sedikit terkejut dia benar benar datang malam ini.
“oh kau rupanya, siapa namamu? Lupa aku” sapaan pertama ku
“memang gak tau nya abang, mana ada abang tanya tadi nama ku” jawabnya dengan nada ringan
“owh iya, jadi sekarang lah kutanya namamu gak papa kan?” tanya ku lagi
“iya bang, aku dani bang” jawabnya lagi
“owh, bentar lah ku ambil sepatunya ya”
“iya bang” jawabnya girang dengan senyum lebar menjadi sisipannya
Aku ambil sepatu ku tadi, aku serahkan kepadanya dan menyuruhnya untuk mencoba sepatu itu, tapi ternyata sepatu itu sedikit kebesaran katanya, mungkin karena belum memakai kaos kaki fikirku, lalu aku berlari ke kamar dan mengambil kaos kaki ku di lemari, tak sengaja aku melihat pelindung tulang kering yang sudah lama tak kupakai dan aku bawa juga ke depan.
“coba kau pake ini” perintahku
Dia langsung memakainya sambil tersenyum riang dan penuh semangat. Sepatunya sudah cukup berabu dan dilepasnya bajunya untuk membersihkan sepatu itu.
“kok pakek baju mu?” tanya ku heran
“memang uda kotor bang” jawabnya
“owh, kalo kotor jangan lah dipake” jawabku balik
“iya bang, nanti sampe rumah kucuci” jawabnya lagi
“naek apa kau kesini?” tanya ku lagi
“naek itu lah bang” jawabnya sambil menoleh ke arah sepedanya
“tapi tadi sakit kaki mu?” jawabku heran
“dari pada jalan aku bang? Capek lah, makin sakit pun” jawabnya sekali lagi
Aku mendadak lari ke dalam dan masuk ke kamar, aku ingat aku pernah punya sebuah jersey timnas Indonesia yang sudah cukup lama, aku obrak-abrik lemari ku dan aku menemukannya. Dan langsung menyuruh anak itu mencobanya
“wuih kostum yang lama ini kan bang, mantap kali ah” kata anak itu sambil memakai jersey itu
“iya dulu aku pemain timnas U-19” jawabku asal
“bah kenapa sekarang gak main timnas bang?” tanya anak itu
“pernah cidera aku, uda retak tulangnya makanya gak bisa di paksa lagi mainnya” jawabku semakin asal
“pantas lah bang, kayak mana cara masuknya bang?” tanya anak itu lagi
“nanti kalo uda SMA kau pasti dipanggil timnas sendiri kau itu” jawabku sekali lagi
Anak itu terlihat cukup kecewa dengan jawabanku mungkin dia mau jawaban kongkret agar dia bisa lebih cepat masuk dalam jajaran pemain timnas Indonesia
“banyak-banyak kau ikut turnamen, biasanya ada itu pencari bakat yang nonton, jadi nanti kau bisa dipanggil masuk PSMS jadi kan dari situ bisa juga kau masuk timnas” kata ku mendadak
“iya lah bang” jawab anak itu
“itu sepatuku dulu waktu masi main di timnas itu” kata ku lagi
Terlihat wajahnya berseri kembali dan dia mulai bercerita kalau dia terlalu cinta dengan ibunya, sepak bola dan Indonesia ini, maka dia mau membuat hal-hal yang dia cintai itu saling tersingkronisasi menjadi semangat untuknya menjalani hidup. Dia adalah anak satu-satunya dan menjadi laki-laki satu-satunya juga dalam keluarganya setelah ayahnya meninggal karena mendapat serangan jantung dulu. Dari situ dia sadar kalau dia harus menjaga ibunya dan membuat ibunya bahagia dengan hal yang juga membuatnya bahagia.
Mungkin dia masih terlalu naïf untuk mengatakan CINTA tapi aku yakin itu adalah bentuk nyata dari rasa cintanya kepada hal yang benar benar dia cintai. Aku merasa yakin dia takkan pernah mengeluh tentang hal-hal itu. Karena dia memang mencintainya.
Semoga suatu saat kita semua bisa mendapatkan dan melakukan cinta yang seperti itu juga.

Selasa, 10 Maret 2015

BUKTI MANUSIA BUKAN BERASAL DARI KERA



·         Isi                                   :

1.               Para ilmuwan telah menemukan fosil manusia yang hidup dahulu kala. Fosil-fosil manusia ini tidak menunjukkan perbedaan dengan manusia masa kini. Bahkan, fosil-fosil ini hidup zaman yang dinyatakan para evolusionis belum terbentuk manusia. Jika mengikuti klaim mereka seharusnya hanya ada kera nenek moyang manusia kala itu.

2.               Para ilmuwan telah menemukan bekas-bekas sebuah gubuk batu. Ketika mereka menghitung waktunya, mereka mencapai kesimpulan bahwa gubuk itu setidaknya berumur 1,5 juta tahun. Artinya manusia yang hidup 1,5 juta tahun yang lalu adalah manusia beradab. Mereka adalah manusia biasa sebagaimana manusia masa kini. Bukti ini membuat pernyataan para evolusionis, seperti bahwa manusia berevolusi dari kera, pertama ada manusia primitif (separo manusia, separo kera), dan kemudian berevolusi menjadi manusia masa kini, keliru sama sekali

3.               Salah satu fosil tertua yang ditemukan hingga saat ini adalah fosil Anak Toscana, yang berumur sekitar 1,6 juta tahun. Ketika fosil ini diuji dengan saksama, ditemukan bahwa fosil ini adalah milik anak 12 tahun, yang jika dewasa akan setinggi 1,8 m. Fosil ini saja, dengan kemiripan yang tepat dengan kerangka manusia hari ini, sudah cukup untuk menggugurkan kepercayaan bahwa manusia berasal dari kera.

4.               Manusia adalah satu-satunya makhluk hidup yang dapat berjalan tegak dengan dua kakinya. Binatang seperti rusa, anjing, dan kera berkaki empat, dan binatang seperti ular, buaya dan kadal adalah reptil. Sebagaimana dinyatakan oleh teori evolusi, jutaan tahun yang lalu kera berkaki empat mengubah cara berjalan mereka menjadi posisi membungkuk. Kera terus berjalan membungkuk sampai, suatu hari, cara berjalan mereka menjadi sepenuhnya tegak. Dan sebagai hasilnya, bentuk manusia tercapai. Klaim yang dibuat oleh teori evolusi ini tidak berlandaskan pada bukti ilmiah apa pun, tetapi berdasarkan khayalan semata. Pengkajian yang dilakukan para ilmuwan tahun-tahun terakhir ini telah membuktikan bahwa klaim para evolusionis benar-benar omong kosong yang tidak ilmiah!

Penelitian telah menunjukkan bahwa makhluk hidup menggunakan energinya paling baik dengan berjalan dengan 2 kaki atau 4 kaki.

Makhluk hidup akan menghabiskan energi dua kali lebih banyak jika mereka mencoba berjalan membungkuk dan berbeda dari postur alamiahnya. Lalu, mengapa kera berjalan menghabiskan dua kali lebih banyak energi selama ribuan tahun? Sama halnya dengan manusia dewasa yang merangkak dengan beban penuh di punggungnya. Atau, maukah kamu, walau lebih enak berjalan dengan kedua kakimu, tiba-tiba memutuskan untuk berdiri dan berjalan pada kedua telapak tanganmu? Jelaslah tidak ada makhluk yang mau mengganti cara berjalannya yang enak. Allah Yang Mahakuasa telah menciptakan setiap manusia dengan kemampuan untuk bergerak dengan cara yang paling menyenangkan. Kesimpulannya, teori evolusi tidak dapat menjawab pertanyaan, Mengapa suatu saat kera berkaki empat memutuskan untuk berjalan hanya dengan dua kaki?

5.   Perbedaan terbesar antara kera dan manusia adalah bahwa manusia memiliki jiwa sementara kera tidak. Manusia penuh pengetahuan, berpikir, berbicara, dan menyampaikan pikirannya kepada orang lain dengan kalimat yang masuk akal, mereka mengambil keputusan, mereka merasa, mereka mengembangkan cita rasa, mereka mengenal seni, mereka melukis, mereka menulis lagu, mereka bernyanyi dan mereka penuh dengan cinta dan nilai moral. Semua ciri ini khusus bagi jiwa manusia. Binatang tidak memiliki jiwa. Cara mereka hiduap dan menunjukkan kasih sayang berhubungan dengan pola kehidupannya. Tidak ada selain manusia yang memiliki ciri-ciri unik ini.

Allah Yang Mahakuasa hanya menciptakan ciri-ciri sedemikian untuk manusia dan tidak untuk binatang.